Senin, 01 Januari 2018

MATERI ILMU PENGANTAR SOSIOLOGI

PERUBAHAN SOSIAL

A.    Pengertian perubahan sosial
Menurut Jocobus Ranjabar, perubahan sosial adalah proses dimana terjadi perubahan struktur masyarakat yang berjalan dengan perubahan kebudayaan dan fungsi suatu sistem sosial. Secara singkat Samuel Koening mengatakan bahwa, perubahan sosial merupakan modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam  pola kehidupan manusia yang terjadi karena sebab-sebab intern maupun ekstern. Perubahan sosial menurut Gillin, merupakan suatu variasi dari cara-cara hidup yang diterima, baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi maupun karena adanya difusi maupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia memang tidak bisa lepas dari yang namanya perubahan. Sekalipun pada masyarakat yang primitif. Sedikit banyak pada masyarakat tersebut mengalami perubahan baik disadari oleh masing-masing individu atau tidak.
Orang-orang desa sudah mengenal perdagangan, alat-alat transport modern, bahkan dapat mengikuti berita-berita mengenai daerah lain, melalui televisi, radio, dan sebagainya.
Secara garis besar, perubahan sosial dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari dalam masyarakat dan luar masyarakat itu sendiri. Diantara faktor dari dalam masyarakat yaitu perubahan pada kondisi ekonomi, sosial, dan perkembangan IPTEK. Adapun yang berasal dari luar masyarakat biasanya yang terjadi diluar perencanaan manusia seperti bencana alam.

B.     Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial

1.            Penemuan-penemuan baru
Adanya penemuan teknologi baru dalam bidang elektronik, seperti radio, TV, dll. Penemuan ini akan mempengaruhi bidang media massa. Informasi yang sebelumnya menggunakan koran, sekarang bisa menggunakan radio, TV, dan internet. Penemuan baru kapal terbang untuk perang, membawa pengaruh untuk metode perang.

2.      Struktur sosial (perbedaan posisi dan fungsi dalam masyarakat)
Salah satu cara yang berguna untuk meninjau penyebab perubahan sosial adalah dengan memperhatikan struktur-struktur masyarakat dalam melaksanakan aktivitas sebagai keseluruhan satuan atau sistem sosial.

3.      Inovasi
Inovasi adalah gagasan,  tindakan atau barang yang dianggap baru oleh seseorang. Kebaruan inovasi itu diukur secara subyektif, menurut pandangan individu yang menangkapnya. Jika suatu ide dianggap baru oleh seseorang, maka itu adalah inovasi.
Semua inovasi mempunyai komponen ide, inovasi ada yang tidak mempunyai wujud fisik, msalnya ideologi. Ada yang mempunyai wujud fisik, seperti traktor, baygon, dll.

4.      Perubahan lingkungan hidup
Tidak seorangpun yang tidak mengatakan bahwa manusia tidak terpengaruh oleh lingkungan hidup. Terjadi perubahan lingkungan hidup biasanya karena bencana alam, seperti angin topan, banjir, tsunami di Aceh, yang mana menyebabkan masyarakatnya berpindah tempat dari tempat asal mereka tinggal ke tempat yang di tuju. Sehingga mata pencaharian  mereka pun berpindah, yang asalnya nelayan menjadi petani atau buruh pabrik.

5.      Ukuran penduduk dan komposisi penduduk
Berbicara mengenai penduduk, maka tidak bisa lepas dari urbanisasi, dimana urbanisasi menimbulkan kekosongan tenaga kerja di pedesaan, dan kepadatan tenaga kerja di perkotaan. Bila mana suatu daerah telah dipadati penduduk, seperti halnya di Surabaya, maka terdapat perubahan. Misalnya, kadar keramahtamahan berkurang, struktur kelembagaan akan menjadi rumit, dll.

Komposisi penduduk di dunia terutama di Indonesia semakin meningkat karena tingkat kelahiran semakin meningkat dan kematian rendah. Hal ini mengakibatkan dibeberapa negara harus membuat peraturan tentang mempunyai anak dua sudah cukup seperti halnya di negara China dan Indonesia yang pemerintahannya menerapkan program KB, guna mencegah agar penduduknya tidak  mengalami pembludakan. Digunakannya program tersebut merupakan perubahan.

C.    Faktor-faktor yang menghambat perubahan sosial

1.       Kurangnya hubungan antara masyarakat satu dengan yang lain
       Kurangnya hubungan antara masyarakat satu dengan yang lain akan berakibat ketidaktahuan masyarakat ini terhadap perkembangan-perkembangan sosial yang dialami oleh masyarakat lainnya. Masyarakat seperti ini juga disebut masyarakat yang ketinggalan zaman. Masyarakat seperti ini bisanya dialami oleh masyarakat yang terisolasi kehidupan sosialnya, baik secara geografis (terpencil), atau secara  kultural (karena tidak mau mengadopsi budaya lain).

2.       Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat
       Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat biasanya juga terjadi pada daerah yang terisolasi, atau juga karena kebodohan masyarakat yang bersifat struktural (proses pembodohan) yang dilakukan oleh kelompok penjajah pada suatu daerah.

3.       Sikap masyarakat yang tradisional
       Sikap masyarakat yang tradisional biasanya terjadi pada masyarakat yang konservatif, kaum konservatif merupakan kaum yang terlalu mengagung-agungkan kebudayaan masa lampau, yang bersifat adiluhung, mulia, patut, layak, sehingga kebudayaan ini harus dipertahankan mati-matian. Siapapun yang hendak melakukan perubahan akan dianggap oleh mereka sebagai bentuk penyimpangan.

4.       Prasangka terhadap hal-hal baru atau asing (sikap tertutup)
       Pada saat Elly M Setiadi dan Usman Kolip (penulis buku) mengadakan penelitian di desa Ngradin, kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ada kehidupan masyarakat yang masih enggan mengenakan pakaian celana panjang, tidak mau membayar pajak kepada negara, dan tidak mau menyekolahkan anak-anaknya. Hal ini dilatar belakangi oleh image masyarakat setempat bahwa melakukan hal-hal tersebut adalah mengikuti pola penjajah Belanda. Oleh karena itu mereka tidak mau melakukan hal-hal tersebut. Segala sesuatu yang berbau modern selalu dikatakan sebagai warisan dari penjajah Belanda yang pernah menjajahnya.

5.       Hambatan-hanbatan yang bersifat ideologis
       Ideologi merupakan  harga mati bagi komunitas tertentu. seperti ideologi agama dan ideologi bangsa. Misalnya dalam norma-norma islam ada sebagian umat islam yang berpegang teguh bahwa “bunga pinjaman” adalah haram., sementara dalam konsep pemikiran ekonomi modern,bahwa pinjam-meminjam uang dikategorikan sebagai pinjaman modal usaha. Akan masuk akal jika uang yang dianggap modal dipinjamkan ke orang lain harus diikuti dengan pembayaran bunga modal, sebab bila uang yang dipinjam seseorang ini diputar untuk dijadikan modal usaha tentu akan menghasilkan keuntungan. Dengan demikian bunga modal akan terhitung sebagai keuntungan dalam melakukan usaha atas modal tersebut seandainya uang tersebut diputar sendiri.
       Akan tetapi tidak semudah itu dapat diterima oleh ideologi islam yang tetap berpegang teguh pada pemahaman bahwa bunga pinjaman itu haram.

6.       Masyarakat yang bersifat apatis
       Pandangan dari masyarakat yang bersifat apatis yaitu nilai hidup ini pada hakikatnya buruk dan tidak mungkin diperbaiki, sehingga diubah dalam bentuk apapun mereka selalu beranggapan mustahil mengubah kehidupannya.

       Mereka beranggapan bahwa proses jalannya kehidupan ini seperti wayang, dimana baik buruknya mereka tidak lepas dari bagaimana dalang memainkannya. Mereka beranggapan bahwa kehidupan ini merupakan proses ilahiyah, sehingga apapun bentuknya harus diterima sebagai sebuah kenyataan yang tidak bisa diingkari.

D.    Arah perubahan sosial
       Dalam proses perjalanannya, perubahan selalu direncanakan untuk mencapai sesuatu yang dianggap ideal, relevan, dalam arti perubahan ini diarahkan untuk memenuhi tuntutan kehidupan manusia. Sebagaimana telah dibahas dalam uraian sebelumnya, bahwa perubahan yang direncanakan selalu dimanifestasikan dalam wujud pembangunan dalam segala bidang kehidupan.pembangunan merupakan usaha yang terencana dan terarah dalam rangka mencapai tujuan dari pembangunan itu sendiri yaitu mencapai kehidupan masyarakat yang lebih baik.
       Akan tetapi, hal yang perlu diperhatikan adalah nilai-nilai yang menjadi pijakan masyarakat dimana perubahan itu berlangsung. Dalam kehidupan masyarakat yang mendasarkan diri pada nilai-nilai religius, maka pandangan-pandangan religius akan tetap dijadikan pijakan untuk melakukan perubahan dalam segala aspek kehidupan sosial.
       Hal ini dipengaruhi oleh fungsi nilai-nilai religius ini yang sangat intensif memengaruhi segala pola pikir dan tindakan masyarakat, sehingga nilai-nilai religius dijadikan sebagai salah satu sumber norma-norma bagi perilaku masyarakat.

E.     Konsekwensi perubahan sosial
       Apabila perubahan sosial berjalan dengan sangat cepat, maka resiko negatifnya juga akan sangat besar. Individu lantas bisa terasa asing, kesepian, dan putus asa.
       Perubahan sosial mempunyai kecenderungan konsekwensi yang besar, karena pada batas-batas tertentu perubahan sosial dapat menggoyahkan budaya yang berlaku dan merusak nilai-nilai dan kebiasaan yang dihormati. Diantara Konsekwensi perubahan sosial yaitu :

1.      Adanya kepentingan individu dan kelompok
       Situasi perubahan sangat menguntungkan beberapa orang dan kelompok tertentu sehingga mereka mengabaikan konsekwensi yang akan terjadi. Contohnya adalah banyaknya industri susu formula bayi yang berhasil diprogramkan sebagai makanan modern sebagai pengganti ASI. Hal tersebut akan memperkaya orang-orang yang mempunyai industri susu formula bayi tersebut dengan mengorbankan kesehatan bayi, karena belum tentu semuanya cocok bagi kesehatan bayi, bahkan bisa menimbulkan efek samping.

2.      Timbulnya masalah sosial
       Masalah sosial menurut Soerjono Seokanto adalah tidak adanya persesuaian antara ukuran-ukuran dan nilai-nilai sosial dengan kenyataaan-kenyataan serta tindakan-tindakan sosial. Unsur pokok yang pertama dari masalah sosial yaitu  perbedaan yang mencolok antara nilai-nilai dengan kondisi nyata kehidupan.
       Masalah sosial ini contohnya adalah kejahatan, kenapa perubahan sosial bisa dikatakan penyebab dari kejahatan?  Kita ambil contoh perubahan yang paling mencolok di negara Indonesia, sekarang ini industrialisasi masuk ke Indonesia, pabrik-pabrik besar menggunakan tenaga mesin untuk produksi. Tenaga kerja manusia sangat minim dibutuhkan di pabrik sehingga mengakibatkan angka pengangguran semakin banyak. Dari sinilah timbul masalah kejahatan karena pengangguran, seperti perampokan, pencurian, dll

3.      Kesenjangan budaya
       Terjadi kesenjangan budaya dalam masyarakat apabila terdapat aspek budaya yang ketinggalan di belakang aspek budaya lainnya yang berkaitan dengan aspek budaya tadi.

4.      Cenderung individualis

       Masyarakat akan cenderung mementingkan dirinya sendiri akibat kemajuan perubahan dibidang teknologi. Misalnya orang yang mempunyai gadget, tidak akan memperhatikan sekelilingnya, dan sibuk dengan gadgetnya. Sehingga orang tersebut kurang berkomunikasi dengan masyarakat sekelilingnya.


SUMBER REFERENSI:

Ranjabar, JocobusPerubahan Sosial Dalam Teori Makro Pendekatan Realitas Sosial. Bandung: Alfabeta, 2001.

Koening, SamuelMand and Society The Basic Teaching of sociology Cetakan keduaNew York: Barners & Noble Inc, 1957.

Taufiq, Amal dkkPengantar Sosiologi, Surabaya: CV. Mitra Media Nusantara, 2013.

Soekanto, SoerjonoSosiologi sebuah pengantar  Edisi ke-2, Jakarta: Rajawali pers, 1986.

Soekanto, Soerjono. Sosiologi suatu pengantar, Jakarta : PT. Grafindo, 2005.

Setiadi, Elly M dan Kolip Usman. Pengantar Sosiologi, Jakarta: KENCANA PRENADA MEDIA GROUP, 2011.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar