PERUBAHAN SOSIAL
A.
Pengertian perubahan
sosial
Menurut Jocobus Ranjabar, perubahan sosial adalah proses dimana
terjadi perubahan struktur masyarakat yang berjalan dengan perubahan kebudayaan
dan fungsi suatu sistem sosial. Secara singkat Samuel
Koening mengatakan bahwa, perubahan sosial merupakan modifikasi-modifikasi yang
terjadi dalam pola kehidupan manusia
yang terjadi karena sebab-sebab intern maupun ekstern. Perubahan
sosial menurut Gillin, merupakan suatu variasi dari cara-cara hidup yang
diterima, baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan
material, komposisi penduduk, ideologi maupun karena adanya difusi maupun penemuan-penemuan
baru dalam masyarakat.
Dalam kehidupan
sehari-hari, manusia memang tidak bisa lepas dari yang namanya perubahan.
Sekalipun pada masyarakat yang primitif. Sedikit banyak pada masyarakat
tersebut mengalami perubahan baik disadari oleh masing-masing individu atau
tidak.
Orang-orang desa sudah mengenal
perdagangan, alat-alat transport modern, bahkan dapat mengikuti berita-berita
mengenai daerah lain, melalui televisi, radio, dan sebagainya.
Secara garis besar,
perubahan sosial dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari dalam masyarakat dan
luar masyarakat itu sendiri. Diantara faktor dari dalam masyarakat yaitu
perubahan pada kondisi ekonomi, sosial, dan perkembangan IPTEK. Adapun yang
berasal dari luar masyarakat biasanya yang terjadi diluar perencanaan manusia
seperti bencana alam.
B.
Faktor-faktor yang
menyebabkan perubahan sosial
1.
Penemuan-penemuan
baru
Adanya penemuan
teknologi baru dalam bidang elektronik, seperti radio, TV, dll. Penemuan ini
akan mempengaruhi bidang media massa. Informasi yang sebelumnya menggunakan
koran, sekarang bisa menggunakan radio, TV, dan internet. Penemuan baru kapal
terbang untuk perang, membawa pengaruh untuk metode perang.
2.
Struktur
sosial (perbedaan posisi dan fungsi dalam masyarakat)
Salah satu cara yang berguna
untuk meninjau penyebab perubahan sosial adalah dengan memperhatikan
struktur-struktur masyarakat dalam melaksanakan aktivitas sebagai keseluruhan
satuan atau sistem sosial.
3.
Inovasi
Inovasi adalah
gagasan, tindakan atau barang yang dianggap baru oleh seseorang. Kebaruan
inovasi itu diukur secara subyektif, menurut pandangan individu yang
menangkapnya. Jika suatu ide dianggap baru oleh seseorang, maka itu adalah
inovasi.
Semua inovasi mempunyai komponen ide, inovasi
ada yang tidak mempunyai wujud fisik, msalnya ideologi. Ada yang mempunyai
wujud fisik, seperti traktor, baygon, dll.
4.
Perubahan
lingkungan hidup
Tidak seorangpun yang tidak
mengatakan bahwa manusia tidak terpengaruh oleh lingkungan hidup. Terjadi
perubahan lingkungan hidup biasanya karena bencana alam, seperti angin topan,
banjir, tsunami di Aceh, yang mana menyebabkan masyarakatnya berpindah tempat
dari tempat asal mereka tinggal ke tempat yang di tuju. Sehingga mata
pencaharian mereka
pun berpindah, yang asalnya nelayan menjadi petani atau buruh pabrik.
5.
Ukuran
penduduk dan komposisi penduduk
Berbicara mengenai
penduduk, maka tidak bisa lepas dari urbanisasi, dimana urbanisasi menimbulkan
kekosongan tenaga kerja di pedesaan,
dan kepadatan tenaga kerja di perkotaan. Bila mana suatu daerah telah dipadati
penduduk, seperti halnya di Surabaya, maka terdapat perubahan. Misalnya,
kadar keramahtamahan berkurang, struktur kelembagaan akan menjadi rumit, dll.
Komposisi penduduk di
dunia terutama di Indonesia semakin meningkat karena tingkat kelahiran
semakin meningkat dan kematian rendah. Hal ini mengakibatkan dibeberapa negara
harus membuat peraturan tentang mempunyai anak dua sudah cukup seperti halnya
di negara China dan Indonesia yang pemerintahannya menerapkan program KB, guna
mencegah agar penduduknya tidak mengalami pembludakan. Digunakannya
program tersebut merupakan perubahan.
C.
Faktor-faktor
yang menghambat perubahan sosial
1. Kurangnya hubungan antara
masyarakat satu dengan yang lain
Kurangnya hubungan antara masyarakat satu dengan yang lain akan berakibat
ketidaktahuan masyarakat ini terhadap perkembangan-perkembangan
sosial yang dialami oleh masyarakat lainnya. Masyarakat seperti ini juga
disebut masyarakat yang ketinggalan zaman. Masyarakat seperti ini bisanya
dialami oleh masyarakat yang terisolasi kehidupan sosialnya, baik secara
geografis (terpencil), atau secara kultural (karena tidak mau mengadopsi
budaya lain).
2. Perkembangan ilmu
pengetahuan yang terlambat
Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat biasanya juga
terjadi pada daerah yang terisolasi, atau juga karena kebodohan masyarakat yang
bersifat struktural (proses pembodohan) yang dilakukan oleh kelompok penjajah
pada suatu daerah.
3. Sikap masyarakat yang
tradisional
Sikap masyarakat yang tradisional biasanya terjadi pada masyarakat yang
konservatif, kaum konservatif merupakan kaum yang terlalu mengagung-agungkan
kebudayaan masa lampau, yang bersifat adiluhung, mulia, patut, layak, sehingga
kebudayaan ini harus dipertahankan mati-matian. Siapapun yang hendak melakukan
perubahan akan dianggap oleh mereka sebagai bentuk penyimpangan.
4. Prasangka terhadap hal-hal
baru atau asing (sikap tertutup)
Pada saat Elly M Setiadi dan Usman Kolip (penulis buku) mengadakan penelitian
di desa Ngradin, kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ada
kehidupan masyarakat yang masih enggan mengenakan pakaian celana panjang, tidak
mau membayar pajak kepada negara, dan tidak mau
menyekolahkan anak-anaknya. Hal
ini dilatar belakangi oleh image masyarakat
setempat bahwa melakukan hal-hal tersebut adalah mengikuti pola penjajah
Belanda. Oleh karena itu mereka tidak mau melakukan hal-hal tersebut. Segala
sesuatu yang berbau modern selalu dikatakan sebagai warisan dari penjajah
Belanda yang pernah menjajahnya.
5. Hambatan-hanbatan yang
bersifat ideologis
Ideologi merupakan harga
mati bagi komunitas tertentu. seperti ideologi agama dan ideologi bangsa.
Misalnya dalam norma-norma islam ada sebagian umat islam yang berpegang teguh
bahwa “bunga pinjaman” adalah haram., sementara dalam konsep pemikiran ekonomi
modern,bahwa pinjam-meminjam uang dikategorikan sebagai pinjaman modal usaha.
Akan masuk akal jika uang yang dianggap modal dipinjamkan ke orang lain harus
diikuti dengan pembayaran bunga modal, sebab bila uang yang dipinjam seseorang
ini diputar untuk dijadikan modal usaha tentu akan menghasilkan keuntungan.
Dengan demikian bunga modal akan terhitung sebagai keuntungan dalam melakukan
usaha atas modal tersebut seandainya uang tersebut diputar sendiri.
Akan tetapi tidak semudah itu dapat diterima oleh ideologi islam yang tetap
berpegang teguh pada pemahaman bahwa bunga pinjaman itu haram.
6. Masyarakat yang bersifat
apatis
Pandangan dari masyarakat yang bersifat apatis yaitu nilai hidup ini pada
hakikatnya buruk dan tidak mungkin diperbaiki, sehingga diubah dalam bentuk
apapun mereka selalu beranggapan mustahil mengubah kehidupannya.
Mereka beranggapan bahwa proses jalannya kehidupan ini seperti wayang, dimana
baik buruknya mereka tidak lepas dari bagaimana dalang memainkannya. Mereka
beranggapan bahwa kehidupan ini merupakan proses ilahiyah, sehingga apapun
bentuknya harus diterima sebagai sebuah kenyataan yang tidak bisa diingkari.
D.
Arah perubahan sosial
Dalam
proses perjalanannya, perubahan selalu direncanakan untuk mencapai sesuatu yang
dianggap ideal, relevan, dalam arti perubahan ini diarahkan untuk memenuhi
tuntutan kehidupan manusia. Sebagaimana telah dibahas dalam uraian sebelumnya,
bahwa perubahan yang direncanakan selalu dimanifestasikan dalam wujud
pembangunan dalam segala bidang kehidupan.pembangunan merupakan usaha yang
terencana dan terarah dalam rangka mencapai tujuan dari pembangunan itu sendiri
yaitu mencapai kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Akan tetapi, hal yang perlu diperhatikan adalah nilai-nilai yang menjadi
pijakan masyarakat dimana perubahan itu berlangsung. Dalam kehidupan masyarakat
yang mendasarkan diri pada nilai-nilai religius, maka pandangan-pandangan
religius akan tetap dijadikan pijakan untuk melakukan perubahan dalam segala
aspek kehidupan sosial.
Hal ini dipengaruhi oleh fungsi nilai-nilai religius ini yang sangat intensif
memengaruhi segala pola pikir dan tindakan masyarakat, sehingga nilai-nilai
religius dijadikan sebagai salah satu sumber norma-norma bagi perilaku
masyarakat.
E.
Konsekwensi
perubahan sosial
Apabila perubahan sosial berjalan dengan sangat cepat, maka resiko negatifnya
juga akan sangat besar. Individu lantas bisa terasa asing, kesepian, dan putus
asa.
Perubahan sosial mempunyai kecenderungan konsekwensi yang besar, karena pada
batas-batas tertentu perubahan sosial dapat menggoyahkan budaya yang berlaku
dan merusak nilai-nilai dan kebiasaan yang dihormati. Diantara Konsekwensi
perubahan sosial yaitu
:
1.
Adanya
kepentingan individu dan kelompok
Situasi perubahan sangat menguntungkan beberapa orang dan kelompok tertentu
sehingga mereka mengabaikan konsekwensi yang akan terjadi. Contohnya adalah
banyaknya industri susu formula bayi yang berhasil diprogramkan sebagai makanan
modern sebagai pengganti ASI. Hal tersebut akan memperkaya orang-orang yang
mempunyai industri susu formula bayi tersebut dengan mengorbankan kesehatan
bayi, karena belum tentu semuanya cocok bagi kesehatan bayi, bahkan bisa
menimbulkan efek samping.
2.
Timbulnya
masalah sosial
Masalah sosial menurut Soerjono Seokanto adalah tidak adanya persesuaian antara
ukuran-ukuran dan nilai-nilai sosial dengan kenyataaan-kenyataan serta
tindakan-tindakan sosial. Unsur pokok yang pertama dari masalah sosial
yaitu perbedaan yang mencolok antara nilai-nilai dengan kondisi nyata
kehidupan.
Masalah sosial ini contohnya adalah kejahatan, kenapa perubahan sosial bisa
dikatakan penyebab dari kejahatan? Kita ambil contoh perubahan yang
paling mencolok di negara Indonesia, sekarang ini industrialisasi masuk ke
Indonesia, pabrik-pabrik besar menggunakan tenaga mesin untuk produksi. Tenaga
kerja manusia sangat minim dibutuhkan di pabrik sehingga mengakibatkan angka
pengangguran semakin banyak. Dari sinilah timbul masalah kejahatan karena
pengangguran, seperti perampokan, pencurian, dll
3.
Kesenjangan
budaya
Terjadi kesenjangan budaya dalam masyarakat apabila terdapat aspek budaya yang
ketinggalan di belakang aspek budaya lainnya yang berkaitan dengan aspek budaya
tadi.
4.
Cenderung
individualis
Masyarakat akan cenderung mementingkan dirinya sendiri akibat kemajuan
perubahan dibidang teknologi. Misalnya orang yang mempunyai gadget, tidak akan
memperhatikan sekelilingnya, dan sibuk dengan gadgetnya. Sehingga orang
tersebut kurang berkomunikasi dengan masyarakat sekelilingnya.
SUMBER REFERENSI:
Ranjabar, Jocobus. Perubahan
Sosial Dalam Teori Makro Pendekatan Realitas Sosial.
Bandung: Alfabeta, 2001.
Koening, Samuel. Mand
and Society The Basic Teaching of sociology Cetakan kedua, New
York: Barners & Noble Inc, 1957.
Taufiq, Amal
dkk. Pengantar Sosiologi,
Surabaya: CV. Mitra Media Nusantara, 2013.
Soekanto, Soerjono. Sosiologi
sebuah pengantar Edisi
ke-2, Jakarta: Rajawali pers,
1986.
Soekanto, Soerjono. Sosiologi
suatu pengantar, Jakarta : PT. Grafindo, 2005.
Setiadi, Elly M dan Kolip
Usman. Pengantar Sosiologi, Jakarta: KENCANA PRENADA
MEDIA GROUP, 2011.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar